Proses Post-Production Pada Film Pendek Yang Perlu Kamu Ketahui

Sebagai filmmaker, kamu perlu memahami dasar pada setiap proses yang ada dalam filmmaking, dari development, pra-produksi, produksi, paska produksi hingga distribusi. Tahap paska produksi merupakan salah satu tahap penting dimana kamu akan bbelajar banyak tentang offline dan online editing.

1. Dailies

vlcsnap-2020-06-22-13h07m42s310

Simulasi Proses Dailies, Vectors designed by freepik

Dailies merupakan proses dimana kita melihat hasil dari gambar yang telah direkam dan dikonversikan ke gambar proxy. Proses dailies biasanya melibatkan crew seperti producer, sutradara, script supervisor untuk memberi laporan dan memastikan hasil dari segi kontinyuitas tiap footage yang nantinya akan diproses dalam tahap offline editing.

2. Offline Editing

Photo by Jakob Owens on Unsplash

Tahap offline editing ini meliputi audio sync dimana suara footage sejajarkan dengan audio yang telah direkam secara terpisah. Setelah itu, editor dan sutaradara akan melakukan pemotongan clip ke timeline sesuai dengan cerita film dengan menggunakan program non-linear editing seperti Final Cut Pro atau Adobe Premiere Pro dengan file proxy.

Cutting Pada Final Cut Pro

Setelah itu, akan dilakukan revisi bersama editor dan sutradara terhadap jalan cerita dan continuity dalam film yang dibuat hingga melibatkan produser. Proses revisi ini biasanya dilakukan secara bertahap bersama sutradara hingga versi director’s cut dan bersama produser hingga versi producer’s cut. Proses offline editing membutuhkan waktu beberapa hari hingga beberapa bulan sampai picture lock. Picture lock sendiri artinya revisi pada susunan clip yang telah diedit versi producer’s cut sudah fix dan siap dilanjutkan pada tahap selanjutnya, yaitu Online Editing.

3. Online Editing

Karakter Sutradara dan Animator – Animator Pada Tahap Online Editing, Vector Designed by Freepik

Pada tahap online editing, kamu akan melakukan beberapa tahap seperti visual effects atau motion graphic editing sesuai dengan kebutuhan pada filmmu. Dalam proses penambahan animasi, animator akan memastikan bahwa seluruh animasi yang ditambahkan sesuai dengan visi sutradara.

Photo by JC Gellidon on Unsplash

Setelah melakukan visual effects atau motion graphic editing, footage yang telah ditambahkan animasi akan memasuki tahap color correction dan color grading yang dimana seorang colorist akan mengatur warna keseluruhan gambar pada film.

Pengaturan warna melibatkan proses pengaturan dan koreksi pada highlight, shadow, color balance dan warna footage agar sesuai dengan tone film dan visi sutradara.Setelah dilakukann proses color correction dan color grading, maka akan dilanjutkan pada proses sound design.

4. Sound Design

Screenshot Sound Design pada Adobe Audition

Pada tahap sound design, terdapat tahap dimana timeline dari clip dan audio yang sudah tersusun dari program non-linear editing seperti Final Cut Pro akan dipindahkan atau migrasi ke program Digital Audio Workstation (DAW) seperti Audobe Audition dan Pro Tools. Disini, audio akan dimixing dan mastering dengan cara melakukan pengaturan suara serta menambahkan efek suara. Selain mixing dan mastering, terkadang, sound designer juga melakukan tahap Automate Dialog Replacement (ADR) atau dubbing pada tahap mixing. Setelah tahap mixing dan mastering, maka suara akan diexport dalam satu bagian audio atau mixdown. Proses sound design sangat memperi pengaruh pada film sehingga suara yang dihasilkan dapat didengar dengan nyaman oleh penonton nantinya.

5. Finishing & Delivery

Gambaran Film Yang Siap Diolah Pada Tahap Finishing, Vector Designed by Freepik

Setelah itu, tahap terakhir yang perlu dilakukan adalah review terakhir dan finishing dalam bentuk medium yang ingin dibuat. Pada tahap ini, sutradara biasanya meminta masukkan dari crew dan beberapa orang pilihan untuk mendapatkan masukan. Masukkan itu biasanya tentang jalan cerita, pergerakkan karakter atau continuity, suara, sinematografi dan aspek – aspek lainnya. Setelah itu, produser akan melakukan review bersama beberapa orang penting seperti executive producer dan asosiasi lainnya. 

Picture by https://miro.medium.com/max/8064/1*o3vaJT8yjxKv59Tj64jGPA.jpeg

Setelah semuanya telah disetujui oleh sutradara dan produser, maka editor akan melibatkan beberapa orang untuk mengkonversi film ke dalam beberapa bentuk finishing yang diinginkan seperti film finish, videotape finish, hingga wrap-up dan siap dikirimkan ke bioskop dengan format khusus.

Semoga kamu dapat mengetahui dan menerapkan proses paska produksi lebih dalam lagi ya. Minggu depan, kita akan bareng – bareng belajar tentang Divisi atau Tim Produksi Yang Perlu Kamu Rekrut Untuk Film Low-Budgetmu. Tulis pengalaman paska produksimu dikolom komentar dibawah ya. Terus berkreasi, berbagi dan belajar bersama! Terima kasih!

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
William Sanjaya

William Sanjaya

Freelance Filmmaker and Photographer based in Surabaya.

Leave a Reply