Membuat Karakter Antagonist Dalam Sebuah Cerita Film

Disaat aku melihat atau nonton film “Joker”, aku belajar bahwa setiap karakter memiliki peran dan cerita sendiri – sendiri. Tidak hanya Batman yang terlihat seperti pahlawan dengan sifat baik, namun Jokerpun memiliki alasan tersendiri mengapa sifat karakternya seperti itu:

1. Punya Cerita Sendiri

01 - Joker

Joker Picture by https://filmspell.com/wp-content/uploads/2019/10/Joker2019-Movie-HD-Images-1-e1570105385596.png

Karakter antagonist hidup dengan perjalanan hidup yang membentuk karakternya, bagaikan protagonist, ia juga pernah mengalami perjalanan hidup yang menyedihkan. Setiap peran karakter memiliki cerita yang membentuk diri mereka, bahkan dalam buku [The Hero’s Journey] bahwa karakter antagonist adalah pahlawan dengan mitosnya sendiri.

2. Sifat Yang Tersimpan Dari Sisi Gelap Karakter Protagonist

Joker Picture by https://lh3.googleusercontent.com/WtkBfyn_Y8cIpcIqpqD66JjyRUCtL0Qx8nrNeHoPPP92zDZguIbl0lW427gmmyZmMBOjBovgyc8h9M3qPfrMFa6GUBLAZz6QAoc2qfOZHyFo1RHla1g7P-SWWaY7=w1280

Ketika aku melihat dan mengamati sifat dari karakter Joker, Joker memiliki sifat yang tersimpan dari kepribadian sifat Batman, yaitu kebebasan, keberanian dan mencoba pada hal baru. Berbeda dengan Batman yang merupakan karakter yang melekat dengan sifat keadilan, tunduk pada aturan. Sifat – sifat Batman tersebut memiliki bayangan gelap yang merefleksikan sifat dari karakter Joker.

3. Tidak Dapat Disalahkan

Joker Picture by https://wallpaperaccess.com/full/1097749.jpg

Semua karakter melakukan tindakannnya sesuai dengan perpektifnya masing – masing, bagitupula karakter antagonist. Karakter antagonist melakukan hal – hal yang dianggapnya benar dengan alasan masa lalu yang membentuk karakternya.

Ketika kita ingin menulis atau membuat karakter antagonist, ada beberapa yang bisa dilakukan:

4. Mulai dari Protagonist, Lalu Beri Gambaran Dari Sisi Negatifnya (Mirroring)

Side View Photo of Woman Photo by Marcelo Dias from Pexels

Semua pahlawan atau karakter protagonist memiliki sifat menonjol yan positif, namun dibalik semua sifat positif itu, protagonist juga memiliki trauma yang membuatnya menyembunyikan sifat – sifat negatif yang ada didalam dirinya. Karakter Batman contohnya, dibalik sisi keadilannya, ia juga memiliki kegelisahan atas arti kebebasan sesungguhnya yang membuatnya sulit membedakan pihak yang benar maupun yang salah, dari film Batman, kita akan menemukan banyak pengkianatan yang ternyata dikalangan pemerintahan kota Gotham yang menggambarkan kebinggungan dari arti kebebasan dari sifat karakter Batman itu sendiri.

5. Backstory Tragety (Vs. Comedy)

Ilustrasi Backstory Comedy dan Tragedy, Vectors by freepik.com

Setiap karakter juga memiliki cerita masing – masing, jika protagonist mengalami masalah yang membuatnya menjadi lebih baik. Antagonist akan mengalami jalan cerita yang cenderung buruk atau depresi yang membuat karakter antagonist tertekan dan memiliki sifat antagonist yang berlawanan dengan karakter protagonist.

6. Keinginan Atau Goal Yang Berlawanan Dengan Protagonist

Ilustrasi Goal Karakter Antagonis, Vector by freepik.com

Suasana yang telah dilalui oleh karakter antagonist membuatnya memiliki keinginan tertentu yang cenderung berlawanan dengan tujuan karakter protagonist. Tujuan tersebut dapat menggambarkan tindakan dan sifat – sifat dari apa yang karakter antagonist lakukan untuk mencapai tujuan atau keinginannya.

Setiap karakter memiliki peran yang berbeda, dalam buku [The Hero Journey] dijelaskan bahwa karakter antagonist yang bagus adalah karakter yang hidup dalam mitos atau ceritanya snediri. Dan semua dari cerita itu dapat kita tuliskan dengan sebuah intuisi atau gerak hati.

Terus berkreasi, berbagi dan belajar bersama ya! Terima kasih.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
William Sanjaya

William Sanjaya

Freelance Filmmaker and Photographer based in Surabaya.

Leave a Reply