Memasuki Pikiran Karakter: Caraku Untuk Menulis Karakter

Karakter memiliki dimensi yang berakar dari sikap yang dimiliki. Dari dimensi tersebut ada sebuah kedalaman seperti backstory, cerita yang membentuk karakter seperti yang terjadi pada saat di cerita film. Salah satu cara untuk memahami lebih karakter yang kita buat adalah masuk ke dalam pikiran karakter kita:

1. Situasi

Titanic Picture by https://3.bp.blogspot.com/-lswlIrLDGS8/Vjcqe7Kbd9I/AAAAAAAAHGE/tiLvTAHZXsI/s1600/kinopoisk.ru-Titanic-1885778.jpg

Ketika kita membayangkan dunia karakter dan setiap situasi yang dihadapi oleh karakter, maka kita akan lebih mudah untuk memahami reaksi karakter dan apa yang karakter lakukan pada situasi tertentu yang menimpanya.

2. Emosi: Rasakan dan Taruh Pada Karakter

Titanic Movie Picture by https://www.youmovies.it/wp-content/uploads/2016/08/titanic-movie-screencaps.com-rose-suicide.jpg

Setiap karakter disetiap cerita yang kita tulis pasti pernah mengalami sesuatu yang membentuk dirinya. Selain itu, karakter juga memiliki respon yang memancarkan apa yang dialami karakter. Bagaikand onat yang ditaburi dengan berbagai rasa, ketika kita memakan donat itu, maka kita akan tahu rasanya. Sama dengan perasaan karakter kita, apabila kita masuk dan merasakan perasaannya disaat karakter kita meresponi situasi, maka kita juga akan tahu apa yang karakter benar – benar rasakan.

3. Organic: Perilaku Natural Karakter

Titanic Movie Picture by https://i.ytimg.com/vi/6c53w3hVz4k/maxresdefault.jpg

Ketika kita memahami cerita atau backstory yang membentuk karakter seperti saat dimana ia ada didalam situasi cerita film. Kita akan mengetahui apa yang karakter akan lakukan atau respon dalam setiap situasi yang dihadapi. Dari respon dan tindakan tersebut, kita akan mengetahui adanya keanehan atau kesalahan ketika kita menulis tindakan karakter yang tidak natural atau authentic.

4. Interview Karakter

Woman Sitting On Chair Photo by Martin Lopez from Pexels

Ketika kita menulis semua tentang karakter yang kita buat, terkadang ada kebinggungan yang muncul ketika kita menghadapkan karakter dengan situasi dalam cerita yang kita tulis. Karakter dalam setiap cerita yang kita buat memiliki pikiran dan cara pandang tersendiri. Ketika kita menginterview karakter kita, maka karakter yang kita buat akan menjawab secara natural dari responnya. Cobalah untuk membayangkan dimana kamu dan karaktermu duduk berdua ditempat yang gelap dengan satu lampu neon diatas kalian. Laliu tanyakan sesuatu pada karaktermu, dari perasaan, respon pada situasi, tanggapannya tentang karakter lain, apa yang dia lakukan, dll. Dari responnya, kita akan terkagum akan betapa karakter yang kita buat akan meresponi setiap pertanyaan yang diberikan dan itu dapat menjadi sumber ide untuk character development pada naskah yang kita tulis.

Terus berkreasi, berbagi dan belajar bersama ya! Terima kasih.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
William Sanjaya

William Sanjaya

Freelance Filmmaker and Photographer based in Surabaya.

Leave a Reply