You are currently viewing Ketika Lingkungan Disekitarmu Tidak Mendukung Bakatmu

Ketika Lingkungan Disekitarmu Tidak Mendukung Bakatmu

Ketika Lingkungan Disekitarmu Tidak Mendukung Bakatmu

Dulu, ketika awal aku masih kuliah, aku sempat down karena aku harus menjalani proses menggambar sebelum memasuki mata kuliah penjurusan film production. Aku sempat mendapatkan nilai E dan dibully pada saat menggambar wajah figuran Jackie Chan yang hasilnya seperti banci Thailan. Namun dari sana aku belajar beberapa hal yang membuatku bangkit:

1. Ikuti Kata Hati: Miliki Visi dan Tujuan

01 - Back View Beach Clouds Dawn Photo by Riccardo Bresciani from Pexels

Back View Beach Clouds Dawn Photo by Riccardo Bresciani from Pexels

Ketika aku mengalami tekanan karena nilai dan karya gambar yang kurang menarik, aku belajar untuk menggunakan rasa tekananan dalam hati yang aku alami untuk merenung dan menenangkan diri, dari sana aku mulai menemukan jati diriku. Dan tiba – tiba ada hati kecil yang berbicara “Kamu adalah filmmaker yang berdampak bagi orang lain”. Dan setelah itu, aku belajar untuk terus percaya, fokus dan terus berkarya sebagai filmmaker.

2. Asah Kemampuanmu Setiap Hari

Person Standing On hand Rails With Arms Wide Open Facing The Mountains and Clouds Photo by Nina Uhlíková from Pexels

Aku juga sempat menyalakan salah satu karya music videoku di bus pariwisata. Dan pada saat itu, salah satu guruku mematikan TV, lalu menggantikan DVDku dengan DVD lain. Ketika itu aku sempat down dan merasakan intimidasi pada pikiranku. Namun setelah aku merenung, aku belajar bahwa moment itu mengajariku untuk terus mengasah kemampuanku dan terus berkarya. Karna dalam setiap karya yang aku buat merupakan batu loncatan untuk menuju karya yang lebih baik dan baik dan lebih baik lagi.

3. Percaya - Terus Berusaha, Bukan Cuma Berharap

Person Making Some Human Sketch Photo by Abby Chung from Pexels

Aku juga sempat mengalami kondisi dimana keluargaku tidak memiliki cukup uang untuk menyediakan perlengkapan filmmaking yang begitu banyak dan mahal. Selain itu, aku juga sempat tertekan dengan biaya produksi yang cukup besar bagi seorang anak kost sepertiku. Namun aku berusaha untuk merenung dan melihat apa yang ada didepanku pada saat itu, yaitu akemra 5D Mark II dan tripod yang berharga 500 ribuan. Dari sana, aku belajar untuk terus berkarya dengan apa yang aku miliki, dengan keterbatasan hingga lulus kuliah dan dapat memenangkan beberapa film festival nasional bersama teman – temanku.

Bagiku, setiap orang itu seperti bintang di langit, ketika kita semakin mendekati bintang itu, maka akan terlihat semakin banyak bintang. Sama halnya kemampuan yang kita kembangkan. Jika kita terus berkarya dan menaruh kepercayaan pada tiap karya yang kita buat, maka akan ada value tersendiri dalam setiap karya yang kita buat.

Terus berkreasi, berbagi dan belajar bersama ya! Terima kasih.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
William Sanjaya

William Sanjaya

Freelance Filmmaker and Photographer based in Surabaya.

Leave a Reply

admin

Filmmaker based in Surabaya.

Leave a Reply