Film Rekaman HP Yang Aku Anggap Kalah Ini Ternyata Memenangkan Film Festival

Ada beberapa perturan disaat aku ingin mengikuti Festival Film, salah satunya adalah ukuran aspect ratio pada film yang akan direkam. Disaat itu, aku dan timku memutuskan untuk membuat film dengan aspect ratio 640 x 480. Dan setelah kami submit, ternyata ukuran film peserta lain itu High Definition semua, hal itu membuat tim kami merasa putus asa dan merencanakan untuk mengundurkan diri dari festival. Namun ketika beberapa bulan, film kami malah memenangkan Best Cinematography dari Festival Film tersebut. Ini yang aku pelajari dari pengalaman itu:

1. Buat Sesuatu Yang Unik Dari Segi Cerita Atau Sinematografi Atau Element Lainnya

01 - Screenshot Film Dibalik Kalbuku oleh Cinestars Film Yang Diambil Dengan HP

Screenshot Film Dibalik Kalbuku oleh Cinestars Film Yang Diambil Dengan HP

Berdasarkan buku [How To Not Make Short Film] yang ditulis oleh salah satu programmer Sundance Film Festival, dijelaskan bahwa film yang diterima oleh film festival itu cenderung film yang memiliki element yang fresh didalamnya. Ketika ada suatu element yang unik dalam film kita, hal itu dapat menjadi nilai plus bagi film yang kita buat.

2. Budget Bukan Hambatan

Assorted Silver and Gold Colored Coins On Gray Surface Photo by Steve Johnson From Pexels

Meskipun pada umumnya film memakan biaya yang besar, kamu tetap bisa membuat micro-budget film yang berkualitas. Selain itu, dalam film Dibalik Kalbuku ini, aku dan tim hanya menggunakan iPhone 6s, laptop, property sederhana dan microphone sebagai alat. Dan ketika kami juga minta bantuan dari teman – teman kami untuk ikut membantu dalam mengisi suara, mereka sangat terbuka, bahkan menolak untuk dibayar karena ingin membantu kami.

3. Kualitas Suara Itu Penting!

Photo of Man Recording by Nappy From Pexels

Di salah satu worshop yang pernah aku jalani bersama Kak Yandy Laurens (Sutradara Film Keluarga Cemara), Kak Yandy Laurens menjelaskan bahwa “film dengan kualitas gambar baik namun suara buruk itu biasa, namun film dengan kualitas gambar jelek tapi suara berkualitas itu baru konsep”. Kata – kata itu yang membuatku untuk terus belajar untuk membuat suara yang berkualitas dalam setiap proyek film pendekku.

4. Jangan Mengikuti Trend, Ikuti Intuisi Atau Kata hatimu

Person Holding Colorful Heart Shaped Photo by Sharon McCutcheon from Pexels

Diwaktu aku merasa putus asa karena hasil filmku yang berbeda, orang lain malah mengangap perbedaan itu sebagai suatu keunikan. Dan dari keunikan itu orang dapat melihat gaya disetiap karya yang kita buat secara unik.

Terus berkreasi, berbagi dan belajar bersama ya! Terima kasih.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
William Sanjaya

William Sanjaya

Freelance Filmmaker and Photographer based in Surabaya.

Leave a Reply