Cara – Cara Pengambilan Suara Dalam Produksi Film Pendek

Suara merupakan salah satu elemen yang penting dalam sebuah medium film. Pengambilan suara dengan benar, selain dapat meningkatkan kualitas, juga membantu penonton memahami ceritamu. Ada beberapa cara pengambilan suara dalam film pendek.

1. Field Recording: Compact Directional On-Camera Microphone

Compact Directional Microphone on DSLR

Rode Video Mic Pro Compact Directional Microphone Pada Canon 5D Mark III

Pengambilan suara dalam produksi film yang paling umum digunakan adalah dengan on-camera microphone dan shogun microphone yang digunakan oleh seorang soundman dengan boompole.

Tips 10 - Facebook Post 02

Compact Directional Microphone Pada Boompole

Kamu juga bisa menggunakan shotgun microphone seperti Rode Video Mic Pro Rycote yang portable dan bisa dipasang langsung di kamera. Manfaat dari shotgun mic ini memudahkan kamu untuk mengambil suara secara praktis dimana kamu hanya memasangkan kamera ke kameramu. Kualitas yang dihasilkan juga jauh lebih baik dibandingkan dengan build-in camera microphone di sebagian besar kamera. Beberapa field recorder seperti Rode Videomic Pro Rycote juga bisa kamu gunakan bersama dengan Boompole dan Kabel Extention. Coba dengarkan kualitas suara ini dari Rode Compact Directional Microphone disini:

Download Suara Rode Video Mic Pro dan Zoom H1: On-Camera External Microphone

2. Field Recording: Directional Condenser Shotgun Mic

Rode NTG 4+ Directional Condenser Microphone

Selain itu, kamu juga dapat menggunakan condenser shotgun microphone yang memiliki kualitas yang lebih bagus dan khususkan untuk pengambilan suara dengan boompole. Beberapa merk yang biasa digunakan adalah Rode NTG-4+, Rode NTG-2, Rode NTG-1 atau merk lainnya seperti Senseiher MKE600.

Boompole Operator dengan Rode NTG 4+ Pada Salah Satu Project Film Pendek Voice Potion For My Mother oleh Cinestars Film

Dengan shogun microphone, kamu bisa melakukan pengambilan suara terpisah dari kameramu. Kabel yang biasa digunakan yaitu kabel XLR yang memberi kualitas suara lebih baik. Shogun microphone sering digunakan dalam pengambilan dialog dan sound effects oleh boompole operator dan sound mixer dalam sebuah film. Coba dengarkan sample suaranya disini:

Download File Suara Rode NTG 4+ Directional Microphone dan Zoom H5

3. Field Recording: Sound Recorder

Sound Recorder: Zoom H5 dan Zoom H1

Dan cara yang terakhir apabila kamu hanya memiliki budget sedikit, kalian bisa menggunakan sound recorder seperti Zoom H1n atau HP kalian yang bisa kalian taruh pada tempat – tempat tersembunyi seperti dibalik pot bunga kecil pada meja, dibawah meja atau tempat tersembunyi lainnya pada saat kalian melakukan pengambilan suara. Kalian dapat mendengarkan sample suara dari sound recordernya disini ya:

Download Suara Zoom H1

Download Suara Zoom H5

4. Field Recording: Clip-On Lavalier Microphone

Rode Clip-On Lavalier Microphone

Cara lain yang sering digunakan, khususnya untuk pengambilan dialog aktor yaitu clip-on lavalier microphone. Lavalier microphone ini bbiasanya ditempelkan atau dijemputkan ditempat tersembunyi pada saat pengambilan dialog aktor pada produksi film. Penempatannya bervariasi, kadang didalam baju aktor, dibalik telinga, jas, rambut, dijok mobil dan ditempat tertutup lainnya. Suara yang dihasilkan dari clip-on microphone ini sangat membantu kalian saat pengambilan gambar dengan angle yang luas atau wide angle dimana kalian tidak dapat melakukan pengambilan suara dengan shogun mic.

Simulasi Clip-On Mic Pada Baju Aktor

Produk yang biasa dipakai dan cukup populer yaitu Rode Lavalier Go. Selain karena harnya cukup terjangkau, kualitas yang dihasilkan juga cukup bagus. Namun masih ada banyak produk clip-on lavalier microphone lainnya yang lebih bagus dan lebih mahal.

Sound Recorder Zoom H1 dengan Rode Lavalier Go dan iPhone 6s dengan Rode Lav+ Microphone

Clip-on microphone ini biasa digunakan dengan sound recorder seperti Zoom H1n, Zoom H-5, Zoom H6 atau produk sound recorder lainnya. Selain menggunakan sound recorder, kamu juga bisa menggunakan wireless lavalier mic seperti Saramonic UWMIC9 dan produk wireless lavalier mic lainnya.

Behind The Scene Film Pendek Voice Potion for My Mother: Pemasangan Lavalier Microphone Pada Aktor

Suara yang dihasilkan dari lavalier mic yang dekat dengan objek akan jauh lebih baik. Lavalier mic ini cocok buat kalian yang perlu mengambil dialog aktor dengan jarak dekat. Kalian juga bisa mendengar perbandingan suara Rode Lavalier Mic Go dan Rode Lav+ dengan HP disini:

Download File Suara Rode Lavalier Go dan Zoom H1

Download File Suara Rode Lav+ Dengan iPhone 6s dan Aplikasi Voice Record Pro

5. Studio Recording: Automate Dialog Replacement

Studio Condenser Microphone: Audio Technica AT 2020

Automate Dialog Replacement (ADR) atau yang biasa disebut dubbing merupakan salah satu cara pengambilan suara saat proses sound design pada post-production.

Biasanya seorang aktor disuruh datang ke studio untuk melakukan perekam ulang dengan melihat monitor atau laptop dalam produksi film dengan budget rendah. Alat yang biasa digunakan untuk low-budget Automate Dialog Replacement (ADR) recording yaitu studio condenser microphone seperti Audio Technica 2020 atau AT2020, Microphone Stand, Pop Filter dan Studio Microphone Isolation Shield. Proses Automate Dialog Replacement (ADR) berguna untuk kalian yang ingin memperbaiki dialog atau memperjelas suara dialog jika kalian memiliki gangguan pada saat proses pengambilan gambar pada saat proses produksi.

Download Suara Audio Technica AT 2020 Studio Microphone dan Zoom H5

Screenshot Fitur Voice Over Pada Software Editing Final Cut Pro

Kalian juga bisa menggunakan program offline editing seperti Final Cut Pro atau Adobe Premiere Pro. Selain itu, kalian juga bisa menggunakan program Digital Audio Workstation (DAW) seperti Adobe Audition yang memiliki lebih banyak fitur – fitur sound effect dan memudahkan proses sound design.

Semoga kamu bisa mengambil suara untuk filmmu dengan baik ya! Minggu depan, kita akan bareng – bareng belajar tentang Proses Post-Production Pada Film Pendek.

Terus berkreasi, berbagi dan belajar bersama ya! Terima kasih!

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
William Sanjaya

William Sanjaya

Freelance Filmmaker and Photographer based in Surabaya.

Leave a Reply