You are currently viewing Aku Menulis 2 Feature Film Screenplay Dan Kurang Maksimal, Ini Yang Aku Pelajari

Aku Menulis 2 Feature Film Screenplay Dan Kurang Maksimal, Ini Yang Aku Pelajari

Aku Menulis 2 Feature Film Screenplay Dan Kurang Maksimal, Ini Yang Aku Pelajari

Aku pernah menulis feature film screenplay selama 1 – 2 bulan hingga menjadi first draft. Aku merasa bahwa screenplay yang teelah aku tulis kurang maksimal dan membuatku malas untuk melanjutkan screenplay tersebut, ini yang aku pelajari dari pengalaman itu:

1. Jangan Terburu - Buru Menulis First Draft

01 - Pencil on White Smartcase Near Eyeglasses by Pixabay on Pexels

Pencil on White Smartcase Near Eyeglasses by Pixabay on Pexels

Ide – ide yang kita kumpulkan dari awal itu bagaikan sebuah jaring laba – laba. Ketika kita semakin banyak mengumpulkan ide – ide sebelum menulis cerita hingga first draft, semakin kita akan tahu keseluruhan bentuk jaring – jaring ide yang kita akan buat karena ide itu saling terhubung. Maka ketika kita memahami ide itu secara keseluruhan, maka kita dapat menulis cerita dengan mudah.

2. Luangkan Waktu Untuk Mengalanisa

Boy Child Childhood Happiness by Pixabay On Pexels

Dalam buku Screenwriting Bible dijelaskan bahwa mengumpulkan ide itu seperti anak – anak yang menggambar dengan bebas, yang seringkali acak – acakā€™an karena tidak ada batasan untuk menuangkan ide. Setelah itu, kita sebagai orang tua harus merapikan gambar tersebut, mengajari dan membuat gambar tersebut menjadi semakin baik. Sama halnya dengan menulis naskah, ketika kita melakukan analisa lebih dalam pada setiap ide yang kita tulis, maka kita akan semakin mudah untuk menulis cerita yang ingin kita buat karena kita memahami cerita kita lebih dalam.

3. Buat Element - Element Cerita Seperti Biografi, Backstory, Karakter, Plot, Tema, Dll

Multicolored Abstract Painting Photo by Steve Johnson from Pexels

Ketika kita sudah mengumpulkan dan memahami ide yang kita tulis, maka kita dapat menambahkan ide – ide baru dengan menaruh atau mengkategorikan ide – ide tersebut pada setiap elemen – elemen pada cerita. Dengan begitu, maka akan semakin banyak ide dari elemen – elemen cerita yang kita tulis hingga menjadi outline yang melengkapi first draft sehingga cerita yang kita tulis dapat lebih kuat.

Terus berkreasi, berbagi dan belajar bersama ya! Terima kasih.

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on pinterest
Pinterest
William Sanjaya

William Sanjaya

Freelance Filmmaker and Photographer based in Surabaya.

Leave a Reply

admin

Filmmaker based in Surabaya.

Leave a Reply